PortofolioLayananBlogKontak

UPSENSE Sukses Menerapkan Digital Transformasi Bill of Material di TOSTEM Indonesia

UPSENSE mengimplementasikan sistem Bill of Material dan Supply Chain Integration untuk mendukung akurasi perencanaan, pengadaan, serta pengendalian persediaan TOSTEM Indonesia.

Abimanyu Kenzo .R16 September 2026
UPSENSE Sukses Menerapkan Digital Transformasi Bill of Material di TOSTEM Indonesia

JAKARTA UTARA — UPSENSE berhasil mengimplementasikan Sistem Bill of Material (BOM) dan Supply Chain Integration di TOSTEM Indonesia, merek pintu dan jendela aluminium premium di bawah naungan LIXIL Group. Implementasi ini dirancang untuk mengotomatisasi perhitungan komponen produk, memperkuat kendali persediaan, serta merampingkan aliran rantai pasok dari pabrik hingga konsumen.

Dalam industri manufaktur dan konstruksi, ketepatan data material menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas produk, jadwal produksi, dan efisiensi biaya. Produk pintu dan jendela aluminium memerlukan komposisi komponen yang terstruktur, mulai dari profil aluminium, aksesori, hingga material pendukung. Tanpa sistem yang terintegrasi, proses perhitungan kebutuhan material dan pengadaan berpotensi menghadapi keterlambatan, kelebihan stok, maupun pemborosan bahan.

Integrasi BOM untuk Perencanaan Material yang Lebih Presisi

Sistem BOM TOSTEM Indonesia yang diimplementasikan UPSENSE mendukung Multi-Level BOM dengan Partial Process Engineering. Kapabilitas ini membantu tim terkait memetakan struktur produk dan kebutuhan material pada setiap tahapan proses secara lebih terukur. Dengan data BOM yang terpusat, perencanaan produksi dapat memiliki dasar informasi yang lebih konsisten dan mudah ditelusuri.

Selain pengelolaan struktur material, solusi ini mencakup proses Sourcing & Procurement, Inventory Control & Reorder Point, serta pengukuran Yield Rates. Integrasi tersebut memungkinkan kebutuhan pembelian dan ketersediaan stok dipantau dalam satu alur kerja yang selaras dengan rencana produksi. Pendekatan zero waste juga menjadi bagian dari fokus sistem untuk membantu optimalisasi pemakaian material dan mengurangi potensi sisa produksi.

Komitmen UPSENSE terhadap Efisiensi Operasional Klien

Fiqh Pratama sebagai perwakilan UPSENSE dalam draf pernyataan pers ini menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi tidak hanya diukur dari kesiapan teknologi, tetapi juga dari relevansinya terhadap proses kerja klien. “Kami berkomitmen membantu TOSTEM Indonesia membangun proses yang lebih terhubung, akurat, dan adaptif. Sistem BOM dan supply chain yang terintegrasi diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mulai dari perencanaan material hingga pemenuhan kebutuhan pelanggan,” ujar nya.

Kolaborasi UPSENSE dan TOSTEM Indonesia menunjukkan pentingnya digitalisasi proses inti pada sektor manufaktur konstruksi. Ke depan, sistem yang terintegrasi diharapkan memperkuat ketahanan rantai pasok TOSTEM Indonesia, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung standar layanan produk aluminium premium. Bagi UPSENSE, implementasi ini menjadi landasan untuk terus menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis manufaktur di Indonesia.

TOPIK:UPSENSETOSTEM IndonesiaBill of MaterialSupply ChainManufaktur
DITULIS OLEH

Abimanyu Kenzo .R

Tim UPSENSE — menulis tentang software custom, ERP, dan transformasi digital untuk bisnis.

Butuh solusi digital untuk bisnis Anda?

Diskusikan kebutuhan sistem, proses, atau transformasi digital bersama tim UPSENSE. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.

Hubungi UPSENSE
Hubungi Kami